Kunci jawaban Sejarah Wajib XI
Thursday, 22 October 2015
ExGon - Nico Nico Douga - U.N. Owen wa Kanojo nanoka? (Nico Mega Mix)HR
ExGon, God of Catch the Beat
Wednesday, 23 September 2015
Kunci jawaban Sejarah kelas XI
Evaluasi Bab I PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME DI INDONESIA
I. Pilahan Ganda
1. Jawaban C
2. Jawaban A
3. Jawaban E
4. Jawaban B
5. Jawaban B
6. Jawaban A
7. Jawaban B
8. Jawaban D
9. Jawaban C
10. Jawaban D
11. Jawaban C
12. Jawaban D
13. Jawaban B
14. Jawaban A
15. Jawaban C
16. Jawaban D
17. Jawaban B
18. Jawaban A
19. Jawaban E
20. Jawaban A
21. Jawaban C
22. Jawaban C
23. Jawaban A
24. Jawaban B
25. Jawaban B
26. Jawaban C
27. Jawaban A
28. Jawaban D
29. Jawaban C
30. Jawaban A
31. Jawaban B C
32. Jawaban A
33. Jawaban A
34. Jawaban B
35. Jawaban B
36. Jawaban E
37. Jawaban A
38. Jawaban C
39. Jawaban A
40. Jawaban D
II. Sebab-Akibat
1. Jawaban E
2. Jawaban E
3. Jawaban A
4. Jawaban A
5. Jawaban A
6. Jawaban A
7. Jawaban B
8. Jawaban E
9. Jawaban A
10. Jawaban C
11. Jawaban E
12. Jawaban B
13. Jawaban A
14. Jawaban A
15. Jawaban E
16. Jawaban D
17. Jawaban A
18. Jawaban C
19. Jawaban E
20. Jawaban C
III. Esai
1. Konstantinopel (yang sekarang dikenal sebagai kota Istanbul, Turki) merupakan pusat perdagangan yang ramai pada pertengahan abad ke-15, hal ini dikarenakan letak strategis yang menghubungkan dunia timur (Asia dan Afrika) dan barat. Saat kekuasaan Konstantinopel dikuasai oleh bangsa Turki Usmani atau Ottoman yang dikepalai oleh Sultan Mehmed II (1432-1481) jalur perdagangan antar dunia timur dan barat tidak lagi sama dengan sebelumnya. Sultan Mehmed II menjalankan politik yang mempersulit pedagang dari Eropa beroperasi di daerah kekuasaannya. Lalulintas perdagangan rempah-rempah dan produk khas lainnya menurun drastis. Hal ini mempengaruhi kondisi ekonomi eropa, termasuk Portugis. Tujuan utama berdagang Portugis menjadi terhambat, dan membuat Portugis berusaha keras mencari rute baru untuk memenuhi permintaan (demand). Portugis pun semakin gencar melaukan eksploitasi, ekspedisi, dan penjelajahan ke Afrika dan Asia. Masa ketika orang-orang Eropa (Portugis dan kemudian Spanyol) melakukan perjalanan ke wilayah timur ini dikenal dengan sebutan Penjelajahan Samudra, yang berlangsung pada tahun 1450an-1650. Setelah kemudian ditemukannya jalur baru ini, ditemukanlah Kepulauan Rempah-rempah di Indonesia. Dalam perkembangannya kemudian, bangsa-bangsa barat ini mulai menguasai wilayah-wilayah yang didudukinya secara politik dan militer. Hal ini dimaksudkan untuk mengamankan kegiatan dagang yang serakah yang mereka terapkan, yaitu monopoli. Inilah kemudian yang melatar-belakangi lahirnya Kolonialisme-Imperialisme untuk melindungi dan mempertahankan aset di Indonesia.
2. Salah satu faktor lahirnya Kolonialisme-Imperialisme adalah berkembangnya paham Merkantilisme di Eropa. Merkantilisme adalah teori ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara ditentukan oleh banyaknya aset atau modal yang dimiliki serta besarnya volume perdagangan global suatu negara. Aset ekonomi atau modal negara itu berupa jumlah mineral berharga diantaranya emas, perak dan komoditas lainnya yang dimiliki oleh negara. Modal ini bisa diperbesar jumlahnya dengan meningkatkan ekspor dan sedapat mungkin mencegah impor sehingga neraca perdagangan dengan negara lain selalu positif. Kebijakan ekonomi yang bekerja dengan mekanisme seperti inilah yang dinamakan dengan sistem ekonomi merkantilisme. Dapat diringkas dalam tiga butir pokok: (1) sasaran utamanya adalah mendapatkan logam mulia sebanyak-banyaknya, (2) berfokus pada neraca perdagangan surplus, yakni memeperoleh keuntungan besar dari ekspor, (3) negara, bukan swasta menjadi pelaku utama serta pengendali perekonomian negara.
3. Tiga kebijakan J.P. Coen di maluku : (1) mengusir orang inggris di pulau Run, yang diam-diam tetap melakukan perdagangan dengan penduduk banda dan sekitarnya. (2) mengusir dan melenyapkan penduduk asli banda, karena menurut Coen inilah cara yang paling cepat dan tepat untuk mewujudkan monopoli perdagangan pala di banda. (3) menerapkan kebijakan ekstirpasi, yaitu membinasakan tanaman rempah-rempah, seperti cengkeh dan pala dalam tujuan menekan kelebihan produksinya. Hal ini bertujuan menjaga kestabilan harga cengkeh di pasar dunia.
4. Kebijakan ekstirpasi adalah kebijakan untuk menjaga harga cengkeh di pasar dunia dengan cara membinasakan atau menebang tanaman rempah-rempah seperti cengkeh dan pala dalam tujuan menekan kelebihan produksinya. Cara ini dilakukan dengan pemantauan atau patroli di perairan Maluku. Berkeliling rutin dengan dipersenjatai menggunakan perahu jenis kora-kora yang dimaksudkan untuk memastikan tidak adanya aktivitas penanaman serta perdagangan gelap atau penyelundupan cengkeh keluar dari maluku.
5. Korupsi merupakan salah satu dari faktor internal penyebab berakhirnya kekuasaan VOC di Indonesia. Korupsi ini terjadi di semua tingkatan, yaitu muali dari pegawai rendah sampai pejabat tinggi VOC. Korupsi dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya seperti menyunat uang kas, pungutan liar dan juga uang suap. Praktik-praktik korupsi yang sudah terjadi sejak zaman VOC ini telah mengakar menjadi budaya turunan di kalangan pejabat-pejabat tinggi di Indonesia sekarang ini.
6. Herman Willem Daendels adalah seorang gubernur jenderal yang memimpim pada saat pasca VOC, dimana mulai masuknya pengaruh perancis dan pendudukan inggris. Pada saat ini terjadi semacam kekosongan kekuasaan di Indonesia. Sementara inggris mengincar pulau jawa dari belanda yang mana pulau jawa adalah satu-satunya yang masih dalam kekuasaan koloni belanda-perancis. Dalam usahanya merebut pulau jawa ditugaskanlah H.W. Daendels sebagai gubernur jenderal (1762-1818), seorang bekas advokat, patriot, jenderal dan pengagum Napoleon Bonaparte, untuk membangun pertahanan di Indonesia dalam menghadapi kemungkinan serangan inggris. Bagi perancis penguatan pertahanan di Indonesia sangat strategis dalam rangka memudahkan perancis menyerang sasaran-sasaran inggris di india. Saat itu pada kurun waktu 1806-1811 indonesia merupakan wilayah jajahan perancis namun para pejabat yang memerintah masih didomisili oleh orang-orang belanda. Itulah mengapa saat W.H Daendels memimpin sebagai gubernur jenderal disebut sebagai “Gubernur Jenderal Belanda-Perancis”
7. Kebjakan W.H Daendels dalam menahan serbuan inggris diantaranya membangun jalan raya pos anyer sampai panarukan. Selain kebijakan pertahanan, Daendels menerapkan kebijakan lainnya diantaranya yaitu dengan membagi pulau jawa menjadi daerah karesidenan. Dalam melakukan kebijkannya ini, sangat ditentang oleh raja-raja jawa karena bertindak keras. Tindakan keras ini dilatar-belakangi oleh semangat antifeodalisme saat revolusi perancis. Di mata Daendels semua raja-raja jawa harus mengakui raja belanda sebagai junjungannya dan meminta perlindungan dengannya. Kesetaraan pemimpin dimata Daendels adalah karena pengaruh adanya revolusi perancis, hal inilah yang membuat raja-raja jawa tidak senang. Daendels juga dikenal sebagai penguasa yang otoriter. Kebijakannya menjual tanah pemerintah kepada pengusaha swasta asing dalam rangka mencari dana dan untuk mempertahankan jawa dari serangan inggris dianggap melanggar undang-undang. Pada saat kondisi politik di eropa tidak stabil tahun 1811, Daendels dipanggil kembali ke belanda karena tenaganya dibutuhkan untuk memimpin tentara perancis menyerbu russia. Alasan lain menyebutkan pemerintah belanda-perancis mendengar kabar hubungan buruk antara Daendels dengan raja-raja jawa, ini dikhawatirkan akan merugikan belanda dalam menghadapi kemungkinan serangan inggris.
8. Pada saat penerapan kebijakan pintu terbuka terjadi dampak eksploitasi baru yaitu eksploitasi manusia dan agraria. Eksploitasi manusia yang dimaksud berupa pengerahan tenaga kuli (buruh) untuk perkebunan. Sedangkan eksploitasi agraria berupa penggunaan lahan-lahan, baik lahan produktif yang sedang digarap maupun lahan kosong yang masih berupa hutan untuk dijadikan perkebunan serta pertambangan
9. Dampak positif yang lahir dari politik etis adalah dalam bidang pendidikan. Politik etis sangat berperan mengembangkan serta memperluas pendidikan dan pengajaran di Indonesia. Sekolah yang didirikan saat itu untuk kaum priyayi maupun rakyat biasa. Kian terbukanya kesempatan bagi putra-putri Indonesia untuk mengenyam pendidikan menengah maupun tinggi. Sampai saat ini dikenal tanggal 20 mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
10. Yang menarik adalah eksploitasi manusia, dimana saat itu kolonial belanda membutuhkan banyak tenaga kerja untuk perkebunannya. Tidak hanya itu, kolonial belanda pun mengirimkan koeli dari indonesia ke negara kekuasaan lainnya untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja (koeli). Salah satunya adalah Suriname, yang saat ini banyak orang-orang keturunan indonesia disana menggunakan bahasa pengantar jawa (jawaban subjektif).
Evaluasi Bab II Perlawanan Terhadap Kolonialisme Sebelum Lahirnya Kesadaran Nasional
I. Pilihan Ganda
1. Jawaban B
2. Jawaban C
3. Jawaban B
4. Jawaban A
5. Jawaban B
6. Jawaban A
7. Jawaban E
8. Jawaban D
9. Jawaban B
10. Jawaban A
11. Jawaban D
12. Jawaban B
13. Jawaban C
14. Jawaban B
15. Jawaban B
16. Jawaban D
17. Jawaban tidak valid
18. Jawaban D
19. Jawaban C
20. Jawaban A
21. Jawaban B
22. Jawaban A
23. Jawaban B
24. Jawaban B
25. Jawaban C
26. Jawaban A
27. Jawaban D
28. Jawaban C
29. Jawaban A
30. Jawaban D
31. Jawaban D
32. Jawaban C
33. Jawaban A
34. Jawaban C
35. Jawaban B
36. Jawaban E
37. Jawaban A
38. Jawaban A
39. Jawaban A
40. Jawaban B
II. Sebab-akibat
1. Jawaban A
2. Jawaban E
3. Jawaban B
4. Jawaban E
5. Jawaban A
6. Jawaban E
7. Jawaban B
8. Jawaban A
9. Jawaban A
10. Jawaban A
III. Esai
1. Dua alasan kebijakan monopoli perdagangan oleh portugis ditentang oleh kesultanan-kesultanan di Nusantara adalah :
• Rakyat maluku yang menggantungkan hidupnya pada pasar rempah-rempah sangat dirugikan
• Penerapan kebijakan monopoli perdagangan disertai sikap arogansi dan kesewenang-wenangan.
2. Karakteristik perlawanan terhadap penjajah sebelum lahirnya kesadaran nasional adalah:
• Bersifat lokal
• Bergantung pada seorang pemimpin kharismatik
• Perlawanan mengandalkan kekuatan bersenjata
• Mudah dipecah belah
3. Latar belakang Perang Aceh:
Berdasarkan Traktat London 1824 yang ditandatangani antara belanda dan Inggris dinyatakan bahwa belanda diberi wewenang menjaga ketentraman di perairan dalam lingkungan kerajaan Aceh. Namun, Belanda ingin menguasai Aceh. Menguasai Aceh berarti menguasai perdagangan Asia tenggara. Hal ini yang mendorong belanda melanggar Traktat London. Ulah belanda ini yang menyebabkan terjadinya Perang Aceh.
Sebab-sebab terjadinya perang aceh adalah:
• Sebab Umum
Belanda ingin menguasai Aceh
Letak Aceh sangat strategis yaitu di Selat malaka yang merupakan jalur pelayaran Internasional
Pelayaran belanda di Selat Malaka sering diganggu oleh pelaut Aceh
Belanda yang mencurigai Aceh yang menjalin hubungan diplomatik dengan turki, Amerika Serikat, Italia dan Singapura.
• Sebab Khusus
Pada tanggal 22 maret 1873, Belanda menuntut agar Aceh mengakui kedaulatan pemerintah kolonial belanda. Namun tuntutan itu ditolak aceh. Kemudian 4 hari setelah penolakan itu pemerintah kolonial mengumumkan perang kepada Aceh. Peristiwa itu menandai mulainya perang aceh.
4. Pengaruh ekonomi yang membekas sampai sekarang terutama sejak diberlakukannya sistem tanam paksa dan sistem ekonomi liberal adalah:
• Petani pribumi mulai mengenal jenis-jenis tanaman-tanaman komoditi lain seperti kopi dan teh
• Petani mulai mengenal sistem upah, yang sebelumnya tidak dikenal (masyarakat lebih mengutamakan sistem gotong royong)
5. Mentalitas Inlander atau mentalitas pribumi, adalah perendahan yang dilakukan saat kolonialisasi Belanda. Menurutnya, warga pribumi tidak lebih baik dari orang Eropa itu sendiri, baik dari sisi sosial budaya dan pola pikir. Ini berdampak negatif dikarenakan warga pribumi hanya dijadikan budak tidak diperlakukan dengan baik bahkan tidak perlu diberi pendidikan. Buruknya adalah sampai sekarang ini mentalitas itu masih terasa di kalangan para pemimpin negri kita. Terbukti dari kebijakan pemerintah yang tidak merata. Ambil contoh pembangunan dalam segi pendidikan, warga kota dengan dengan warga desa pedalaman mendapatkan pendidikan yang berbeda. Masih banyak orang-orang pribumi pedalaman sana yang masih sangat minim akan melek huruf pendidikan.
Evaluasi Bab III Organisasi Pergerakan Nasional: Sarana Perjuangan Melawan kolonialisme di Indonesia
I. Pilhan Ganda
1. Jawaban E
2. Jawaban B
3. Jawaban B
4. Jawaban tidak valid. (1) (5) (6)
5. Jawaban B
6. Jawaban A
7. Jawaban C
8. Jawaban C
9. Jawaban E
10. Jawaban D
11. Jawaban E
12. Jawaban B
13. Jawaban D
14. Jawaban C
15. Jawaban D
16. Jawaban B
17. Jawaban C
18. Jawaban C
19. Jawaban A
20. Jawaban B
21. Jawaban D
22. Jawaban D
23. Jawaban E
24. Jawaban A
25. Jawaban C
26. Jawaban E
27. Jawaban E
28. Jawaban D
29. Jawaban A
30. Jawaban B
II. Sebab-akibat
1. Jawaban A
2. Jawaban C
3. Jawaban B
4. Jawaban D
5. Jawaban A
6. Jawaban D
7. Jawaban B
8. Jawaban D
9. Jawaban A
10. Jawaban A
III. Esai
1. Perjuangan sebelum tahun 1908 :
• Dipimpin raja atau bangsawan dan tokoh agama
• Bersifat kedaerahan
• Bersifat fisik atau perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata
• Terfokus pada pemimpin kharismatik
• Bersifat reaktif dan spontan
Perjuangan setelah tahun 1908 :
• Dipimpin dan digerakan oleh kaum terpelajar
• Bersifat nasional dan telah ada kerja sama antardaerah
• Diplomasi dengan menggunakan cara-cara modern seperti media, perundingan, lobi, mogok, dan sebagainya
• Memiliki organisasi yang memungkinkan adanya kaderisasi
• Memiliki visi yang jelas, yaitu Indonesia yang merdeka
2. Perkembangan nasionalisme di Indonesia mencapai titik kemajuan sejak berdirinya organisasi Budi Utomo tahun 1908. Pada awalnya perkembangan nasionalisme diwarnai dengan perjuangan untuk memperbaiki kondisi sosial budaya akibat buruknya sistem kolonialisasi Belanda. Sifat gerakannya moderat dan kooperatif dengan pemerintah kolonial belanda. Beberapa organisasi dan gerakan yang muncul pada periode perjuangan untuk memperbaiki kondisi sosial budaya adalah Budi Utomo, Sarekst Islam, dan Muhammadiyah. Organisai pada periode ini didominasi oleh kaum muda terpelajar, ini diawali dengan munculnya Budi Utomo yang mana terbentuk dari pelajar-pelajar STOVIA pada tahun 1907. Organisasi pada periode ini bergerak di bidang pendidikan, perdagangan, dan juga agama (muhammadiyah). Pada dasarnya organisasi pada periode mengusung tujuan yang sama yaitu menumbuhkan semangat nasionalisme untuk berjuang meraih kemerdekaan. Karena dibutuhkan kekuatan dukungan pemerintah dalam meraih cita-cita kemerdekaan maka periode beralih menjadi periode politik. Organisasi yang muncul pada periode ini adalah Indische Partij, Gerakan Pemuda, dan Gerakan Perempuan. Pada periode ini secara terang-terangan mengkritik pemerintah belanda dan menuntut kemerdekaan Indonesia. Dibutuhkan hubungan dengan kolonial agar semakin dekat terealisasinya kemerdekaan, namun hal ini tak kunjung menuai hasil. Kemudain mulailah periode radikal, adalah masa dimana organisasi-organisasi pergerakan menolak bekerja sama atau bersikap nonkooperatif dengan pemerintah kolonial belanda dan secara tegas menuntut kemerdekaan. Organisasi yang bergerak nonkooperatif diantaranya adalah Perhimpunan Indonesia (PI), PKI, dan PNI. Secara umum para tokoh pada periode ini berpandangan bahwa upaya meraih kemerdekaan tidak dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan Belanda, tetapi harus menggunakan kemampuan dan kekuatan sendiri. Setelah kemerdekaan tidak didapatkan pada peiode ini, maka gerakan nasionalisme di Indonesia berupaya lebih moderat dan menahan diri. Sampai akhirnya Indonesia merdeka dengan kemampuannya sendiri. organisasi pergerakan pada periode bertahan membawa pengaruh sampai saat ini diantara pendidikan dan sistem politik. Taman Siswa, Parindra, GAPI.
3. Volksraad merupakan dewan perwakilan rakyat untuk pemerintah kolonial Belanda. Yang mana berfungsi sebagai menampung aspirasi-aspirasi rakyat. Meski terbatas namun volksraad adalah tempat teraman dalam menyampaikan aspirasi rakyat kepada Belanda. Usulan kemerdekaan melalui volksraad sendiri tidak terwujud dengan berbagai alasan salah satunya adalah Ratu Wilhelmina yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia belum matang untuk dapat memikul tanggung jawab pemerintahan sendiri. tuntutan dari beberapa organisasi pun tetap tidak dapat diterima oleh kolonial Belanda, salah satunya adalah dari GAPI. Cita-cita meraih kemerdekaan melalui volksraad pun sirna, karena belanda ingin tetap menguasai Indonesia. Perjuangan kemerdekaan Indonesia didapatkan melalui usaha dan kekuatan sendiri. (jawabn subjektif)
4. Cara perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan pada masa periode pergerakan nasional adalah dengan organisasi-organisasi dibidang pendidikan yang bersifat kooperatif. Cara ini mungkin dilakukan karena kurang memadainya persiapan jika terus menerus merebut kemerdekaan dengan cara perjuangan senjata. Melalui organisasi yang bersifat pendidikan dapat memunculkan semangat budaya nasionalisme. Kaum aktivis pergerakan nasional dapat melanjutkan melalui dewan rakyat atau volksraad. Selagi melanjutkan perjuangannya didalam organisasi, aksi para pejuang dapat dilakukan diluar dalam berbagai bidang antara lain meningkatkan kesejahteraan rakyat, seperti mendirikan rukun tani, rukun pelayaran, mengusahakan bank, dan koperasi dsb. (jawaban subjektif)
5. Organisasi pada masa periode bertahan, yaitu Taman Siswa. Didirikan oleh Ki Hajar Dewantara yang bergerak dibidang pendidikan yang memberikan sarana efektif untuk mewujudkan transformasi sosial dan dapat menjadi resep unggulan untuk memajukan bangsa. Konsep pengajaran yang terus digunakan sampai saat ini adalah Ing Ngarsa Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani. 3 aspek inilah yang diterapkan di dunia pendidikan sebagaimana untuk terus menumbuhkan semangat nasionalisme bangsa secara cerdas. (jawaban subjektif)
Evaluasi Bab IV Pendudukan Jepang di Indonesia
I. Pilihan Ganda
1. Jawaban B
2. Jawaban C
3. Jawaban C
4. Jawaban E
5. Jawaban A
6. Jawaban E
7. Jawaban D
8. Jawaban A
9. Jawaban D
10. Jawaban C
11. Jawaban B
12. Jawaban A
13. Jawaban C
14. Jawaban D
15. Jawaban C
16. Jawaban A
17. Jawaban C
18. Jawaban B
19. Jawaban E
20. Jawaban A C
21. Jawaban E
22. Jawaban B
23. Jawaban C
24. Jawaban A
25. Jawaban C
26. Jawaban A
27. Jawaban B
28. Jawaban A
29. Jawaban D
30. Jawaban E
31. Jawaban C
32. Jawaban A
33. Jawaban A
34. Jawaban E
35. Jawaban A
36. Jawaban E
37. Jawaban B
38. Jawaban A
39. Jawaban A
40. Jawaban A
II. Sebab-akibat
1. Jawaban D
2. Jawaban C
3. Jawaban A
4. Jawaban C
5. Jawaban D
6. Jawaban E
7. Jawaban D
8. Jawaban E
9. Jawaban A
10. Jawaban B
III. Esai
1. Jepang menikmati pertumbuhan ekonomi hebat berkat industrialisasi. Dan untuk menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan dibutuhkan tiga hal penting : (1) pasokan bahan mentah yang stabil, (2) jalur pelayaran yang aman, (3) pasar bagi hasil-hasil industrinya. Pada saat yang sama rasa percaya diri akan kekuatan militer jepang yang didukung oleh kemajuan ekonomi, membangkitkan rasa bangga yang tinggi dari warga jepang terhadap kemajuan dari pencapaian negaranya. Orang bangga menjadi warga jepang serta berjuang keras memepertahankan dan meningkatkan perekonomian mereka. Nasionalisme ini kemudian berkembang menjadi nasionalisme radikal., dalam bentuk adanya keinginan sebagian warga agar jepang menjadi negara imperialis. Penguasaan jepang terhadap negara lainnya dianggap semakin menunjukkan kejayaan bangsa jepang setara dengan bangsa-bangsa lain di Barat. Faktor eonomi (Gold), dan faktor kejayaan (Glory) inilah yang mendorong jepang menduduki berbagai negara asia termasuk Indonesia. Tidak heran jika suatau negara berhasil meningkatkan kesejahteraan dalam bidang ekonomi dan kejayaan yang didukung dari segi militer akan terus mencari dan mempertahankan kejayaan tersebut, inilah yang biasanya membuat suatu negara menjadi negara yang imperialis.
2. Tujuan Jepang menduduki Indonesia adalah untuk menguasai sumber minyak bumi, sebab industri Jepang sangat bergantung terhadap bahan dasar ini. Selain di Indonesia Jepang juga menduduki negara-negara asia pasifik lainnya yang sebelumnya diduduki oleh AS Belanda Inggris.
3. Jika saja Jepang tidak dalam kondisi terdesak karena adanya serangan sekutu, maka jepang tidak akan merealisasikan janji kemerdekaan terhadap Indonesia. Ini dikarenakan imperialisme jepang dalam mengusai industri dan ekonomi. Karena Indonesia merupakan negara kaya akan minyak bumi. Namu, bagi bangsa Indonesia bukanlah janji yang akan memerdekakan, tetapi semangat perjuangan yang terus ada. Ini dibuktikan dengan merdeka pada tanggal 17 agustus 1945, lebih cepat dari yang dijanjikan Jepang yaitu pada tanggal 24 agustus 1945. Fakta tersebut membuktikan bahwa Indonesia merdeka karena perjuangannya sendiri.
4. Berubahnya rumusan piagam jakarta membuktikan bahwa para pemimpin dan tokoh bangsa sangat menjunjung tinggi perbedaan dalam hal agama. Ini dibuktikan dengan unsur sila pertama dalam pancasila, yaitu ketuhanan yang maha esa. Sifat toleran seperti ini masih relevan sampai saat ini di Indonesia, namun pada kenyataannya terkadang muncul konflik yang mengatasnamakan suatu agama tertentu. Justru hal seperti ini muncul dari dalam intern komunitas suatu agama tertentu. Jika saja setiap individu beragama mengerti akan unsur pancaslia ketuhanan yang maha esa, maka bukan tidak mungkin sikap para tokoh bangsa dapat terus terjaga relevansinya sampai saat yang akan datang.
5. Yang menarik adalah dampak positif yang didapatkan dari masa kependudukan Jepang di Indonesia. Salah satunya adalah di bidang sosila-budaya dan juga di bidang militer. Kita mengenal sistem pemerintahan sederhana (RT) dan juga kekuatan militer dari adanya pendudukan Jepang saat itu. (jawaban subjektif).
Evaluasi Bab V Proklamasi Kemerdekaan dan Terbentuknya Pemerintahan Indonesia
I. Pilihan Ganda
1. Jawaban A
2. Jawaban A
3. Jawaban E
4. Jawaban E
5. Jawaban B
6. Jawaban E
7. Jawaban C
8. Jawaban B
9. Jawaban D
10. Jawaban C
11. Jawaban C
12. Jawaban B
13. Jawaban D
14. Jawaban C
15. Jawaban A
16. Jawaban D
17. Jawaban B
18. Jawaban A
19. Jawaban E
20. Jawaban A
21. Jawaban D
22. Jawaban E
23. Jawaban B
24. Jawaban tidak valid
25. Jawaban C
26. Jawaban D
27. Jawaban A
28. Jawaban B
29. Jawaban C
30. Jawaban B
II. Sebab-akibat
1. Jawaban D
2. Jawaban A
3. Jawaban D
4. Jawaban A
5. Jawaban C
6. Jawaban E
7. Jawaban E
8. Jawaban A
9. Jawaban A
10. Jawaban C
III. Esai
1. Pokok utama perbedaan yag terjadi saat setelah jepang menyerah terhadap sekutu adalah bagaimana proklamasi itu dapat terlaksana. Perbedaab terjadi antara golongan tua dengan golongan muda. Golonga tua yang diwakili soekarno lebih bersifat kooperatif sedangkan golongan muda yang diwakili oleh sutan sjahri lebih bersifat nonkooperatif. Seokarno berpendapat bahwa kemerdekaan dilaksanakan sesuai rencana PPKI (bentukan jepang) sedangkan golongan muda ingin segera mengumandangkan kemerdekaan yang artinya proklamasi kemerdekaan harus sesuai dengan keinginan rakyat Indonesia sendiri., bukan atas usul ataupun persetujuan Jepang. Terjadi ide rencana dari golongan muda untuk menculik seokarno-hatta guna mempercepat kemerdekaan Indonesia. Perbedaan pendapat ini akhirnya menemui titik cerah sebagaimana terpenuhinya kesamaan antara wikana yang mewakili golongan muda dan ahmad soebardjo yang mewakili golongan tua. Disepakati bahwa kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan paling lambat pada tanggal 17 agustus 1945.
2. Makna proklamasi bagi rakyat Indonesia adalah :
• Merupakan titik puncak perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan
• Indonesia terlepas dari belenggu penjajahan
• Negara Republik Indonesia lahir
3. Berubahnya rumusan piagam jakarta membuktikan bahwa para pemimpin dan tokoh bangsa sangat menjunjung tinggi perbedaan dalam hal agama. Ini dibuktikan dengan unsur sila pertama dalam pancasila, yaitu ketuhanan yang maha esa. Sifat toleran seperti ini masih relevan sampai saat ini di Indonesia, namun pada kenyataannya terkadang muncul konflik yang mengatasnamakan suatu agama tertentu. Justru hal seperti ini muncul dari dalam intern komunitas suatu agama tertentu. Jika saja setiap individu beragama mengerti akan unsur pancaslia ketuhanan yang maha esa, maka bukan tidak mungkin sikap para tokoh bangsa dapat terus terjaga relevansinya sampai saat yang akan datang.
4. Rapat di lapangan IKADA merupakan bentuk protes perlawanan terhadap rencana jepang menyerahkan kekuasaan kepada sekutu pada tanggal 10 sepetember 1945. Disisi lain para tokoh pergerakan mendengar kabar bahwa belanda ingin kembali berkuasa di Indonesia. Tujuan diadakannya rapat di lapangan IKADA adalah sebagai berikut :
• Para pemimpin republik indonesia dapat berbicara di hadapan rakyat sehingga semangat kemerdekaan tetap bertahan di hati rakyat
• Menunjukan kepada dunia bahwa bangsa indonesia dapat meraih kemerdekaan karen perjuangannya sendiri, bukan atas pemeberian jepang.
Makna diadakannya rapat di lapangan IKADA adalah :
• Berhasil mempertemukan pemerintah republik indonesia dengan rakyatnya
• Merupakan perwujudan kewibawaan pemerintah republik indonesia dihadapan rakyat
• Berhasil menggugah kepercayaan rakyat akan kekuata bangsa indonesia
5. Yang menarik adalah saat dimana peristiwa rengasdengklok terjadi. Ini dikarenakan adanya perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan muda. Keberanian semangat jiwa muda pada golongan muda membuktikan bahwa sesungguhnya kemerdeakaan indonesia dapat diaraih dengan perjuangannya sendiri tanpa harus menunggu pemberian dari jepang. Dan akhirnya kemerdekaan dapat di proklamirkan pada tanggal 17 agustus 1945. (jawaban subjektif)
Evaluasi Bab VI Kedatangan Sekutu serta Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
I. Pilihan Ganda
1. Jawaban E
2. Jawaban D
3. Jawaban A
4. Jawaban A
5. Jawaban B
6. Jawaban E
7. Jawaban D
8. Jawaban B
9. Jawaban B
10. Jawaban B
11. Jawaban D
12. Jawaban C
13. Jawaban A
14. Jawaban C
15. Jawaban C
16. Jawaban A
17. Jawaban B
18. Jawaban B
19. Jawaban A
20. Jawaban B
21. Jawaban A
22. Jawaban C
23. Jawaban E
24. Jawaban C
25. Jawaban D
26. Jawaban tidak valid
27. Jawaban C
28. Jawaban E
29. Jawaban E
30. Jawaban B
II. Sebab-akibat
1. Jawaban C
2. Jawaban E
3. Jawaban E
4. Jawaban A
5. Jawaban A
6. Jawaban A
7. Jawaban D
8. Jawaban B
9. Jawaban C
10. Jawaban C
III. Esai
1. Pada saat perjanjian Linggarjati ditandatangani pada tanggal 25 maret 1947, memiliki dampak postif juga dampak negatif. Sisi positifnya adalah perjanjian ini mengakui secara de facto wilayah indonesia yang meliputi Simatera, Jawa, dan Madura. Namun pengakuan secara de facto ini terdapat kelemahan yaitu tidak sesuai dengan luas wilayah Hindia-Belanda, yang seharusnya meliputi wilayah dari sabang sampai merauke. Secara internal sisi negatif ini melahirkak kekecewaan dan resisitensi sebagai rakyat terhadap kabinet Sutan Sjahrir III. Beberapa partai menganggap ini adalah bukti lemahnya pemerintahan Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya. Dalam perkembangan selanjutnya terbentuk pemerintahan baru yaitu kabinet Sjarifudin I, menggantikan Sutan Sjahrir dari kursi kabinet.
2. Dengan dibentuknya RIS, hasil dari perjanjian Renville, belanda bebas membentuk negara-negara feodal di daerah yang didudukinya melalui jajak pendapat. Terbentuklah garis van mook, ini adalah wilayah belanda yang mana artinya pemerintah indonesia bersedia menarik pasukannya serta mengosongkan daerah tersebut. Ini merupakan batu loncatan bagi belanda untuk membentuk NIT ( negara indonesia timur). Dalam perkembangan secara terus menerus membentuk negri boneka. Khawatir indonesia akan dikuasai penuh oleh belanda, maka para tokoh bangsa menyalahi aturan gencatan senjata dalam rangka mengimbangi kekuatan belanda dengan strategi penjemuan “emarttung strategie”. Situasi ini terjadi pada 19 desember 1948 yang mana akhirnya disebut dengan nama agresi militer belanda II.
3. Isi perjanjian renville :
• Pihak indonesia menyetujui dibentuknya negara indonesia serikat pada masa peralihan sampai pengakuan kedaulatan
• Belanda bebas membentuk negara-negara feodal di daerah yang didudukinya dengan jajak pendapat (plebisit) terlebih dahulu
• Pemerintah indonesia bersedia menarik pasukannya serta mengosongkan daerah-daerah di belakang garis van mook untuk kemudian masuk ke wilayah indonesia.
Perjanjian ini mengundang reaksi keras baik dari rakyat indonesia, politikus, maupun TNI. Pasalnya dengan perjanjian ini, wilayah indonesia menjadi semakin sempit hanya pulau besar sumatera, kalimantan, dan jawa. Sisanya wilayah indonesia timur masuk kedalam garis van mook.
4. Situasi yang semakin buruk mendorong berlanjutnya berbagai upaya diplomasi. Dewan keamanan PBB, UNCI melakukan pertemuan dengan para pemimpin indonesia di bangka. UNCI akhirnya berhasil menarik kembali belanda dan indonesia ke meja perundingan. Hasilnya pemerintah indonesia bersedia untuk terut serta dalam konferensi meja bundar dengan belanda di den haag. Dalam perundingan ini indonesia diwakili oleh Mohammad Roem dan di pihak belanda diwakili Frederick van Royen. Inilah yang kemudian disebut sebagai persetujuan Roem-Royen.
5. Indonesia bersedia mengahadiri konferensi meja bundar di den haag belanda. Ini merupakan lanjutan diplomasi dari perebutan kekuasaan pemerintahan di indonesia. Konferensi ini terjadi untuk membahas malasah persoalan kerja sama Uni indonesia dan belanda. Dan juga terkait dengan masalah hutang pada masa kolonial belanda. Setelah perundingan berjalan berlarut-larut, tercapailah persetujuan yaitu sebagai berikut :
• Diputuskan pula beberapa persetujuan brkaitan dengan maslah ekonomi sosial dan budaya
• Penyelesaian irian barat akan ditunda selama satu tahun
• Pembentuka APRIS dengan TNI sebagai inti
• Kerajaan belanda akan membentuk Uni Indonesi-Belanda
• Indonesia akan membayarkan utang belanda sejak tahun 1942.
Evaluasi Bab I PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME DI INDONESIA
I. Pilahan Ganda
1. Jawaban C
2. Jawaban A
3. Jawaban E
4. Jawaban B
5. Jawaban B
6. Jawaban A
7. Jawaban B
8. Jawaban D
9. Jawaban C
10. Jawaban D
11. Jawaban C
12. Jawaban D
13. Jawaban B
14. Jawaban A
15. Jawaban C
16. Jawaban D
17. Jawaban B
18. Jawaban A
19. Jawaban E
20. Jawaban A
21. Jawaban C
22. Jawaban C
23. Jawaban A
24. Jawaban B
25. Jawaban B
26. Jawaban C
27. Jawaban A
28. Jawaban D
29. Jawaban C
30. Jawaban A
31. Jawaban B C
32. Jawaban A
33. Jawaban A
34. Jawaban B
35. Jawaban B
36. Jawaban E
37. Jawaban A
38. Jawaban C
39. Jawaban A
40. Jawaban D
II. Sebab-Akibat
1. Jawaban E
2. Jawaban E
3. Jawaban A
4. Jawaban A
5. Jawaban A
6. Jawaban A
7. Jawaban B
8. Jawaban E
9. Jawaban A
10. Jawaban C
11. Jawaban E
12. Jawaban B
13. Jawaban A
14. Jawaban A
15. Jawaban E
16. Jawaban D
17. Jawaban A
18. Jawaban C
19. Jawaban E
20. Jawaban C
III. Esai
1. Konstantinopel (yang sekarang dikenal sebagai kota Istanbul, Turki) merupakan pusat perdagangan yang ramai pada pertengahan abad ke-15, hal ini dikarenakan letak strategis yang menghubungkan dunia timur (Asia dan Afrika) dan barat. Saat kekuasaan Konstantinopel dikuasai oleh bangsa Turki Usmani atau Ottoman yang dikepalai oleh Sultan Mehmed II (1432-1481) jalur perdagangan antar dunia timur dan barat tidak lagi sama dengan sebelumnya. Sultan Mehmed II menjalankan politik yang mempersulit pedagang dari Eropa beroperasi di daerah kekuasaannya. Lalulintas perdagangan rempah-rempah dan produk khas lainnya menurun drastis. Hal ini mempengaruhi kondisi ekonomi eropa, termasuk Portugis. Tujuan utama berdagang Portugis menjadi terhambat, dan membuat Portugis berusaha keras mencari rute baru untuk memenuhi permintaan (demand). Portugis pun semakin gencar melaukan eksploitasi, ekspedisi, dan penjelajahan ke Afrika dan Asia. Masa ketika orang-orang Eropa (Portugis dan kemudian Spanyol) melakukan perjalanan ke wilayah timur ini dikenal dengan sebutan Penjelajahan Samudra, yang berlangsung pada tahun 1450an-1650. Setelah kemudian ditemukannya jalur baru ini, ditemukanlah Kepulauan Rempah-rempah di Indonesia. Dalam perkembangannya kemudian, bangsa-bangsa barat ini mulai menguasai wilayah-wilayah yang didudukinya secara politik dan militer. Hal ini dimaksudkan untuk mengamankan kegiatan dagang yang serakah yang mereka terapkan, yaitu monopoli. Inilah kemudian yang melatar-belakangi lahirnya Kolonialisme-Imperialisme untuk melindungi dan mempertahankan aset di Indonesia.
2. Salah satu faktor lahirnya Kolonialisme-Imperialisme adalah berkembangnya paham Merkantilisme di Eropa. Merkantilisme adalah teori ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara ditentukan oleh banyaknya aset atau modal yang dimiliki serta besarnya volume perdagangan global suatu negara. Aset ekonomi atau modal negara itu berupa jumlah mineral berharga diantaranya emas, perak dan komoditas lainnya yang dimiliki oleh negara. Modal ini bisa diperbesar jumlahnya dengan meningkatkan ekspor dan sedapat mungkin mencegah impor sehingga neraca perdagangan dengan negara lain selalu positif. Kebijakan ekonomi yang bekerja dengan mekanisme seperti inilah yang dinamakan dengan sistem ekonomi merkantilisme. Dapat diringkas dalam tiga butir pokok: (1) sasaran utamanya adalah mendapatkan logam mulia sebanyak-banyaknya, (2) berfokus pada neraca perdagangan surplus, yakni memeperoleh keuntungan besar dari ekspor, (3) negara, bukan swasta menjadi pelaku utama serta pengendali perekonomian negara.
3. Tiga kebijakan J.P. Coen di maluku : (1) mengusir orang inggris di pulau Run, yang diam-diam tetap melakukan perdagangan dengan penduduk banda dan sekitarnya. (2) mengusir dan melenyapkan penduduk asli banda, karena menurut Coen inilah cara yang paling cepat dan tepat untuk mewujudkan monopoli perdagangan pala di banda. (3) menerapkan kebijakan ekstirpasi, yaitu membinasakan tanaman rempah-rempah, seperti cengkeh dan pala dalam tujuan menekan kelebihan produksinya. Hal ini bertujuan menjaga kestabilan harga cengkeh di pasar dunia.
4. Kebijakan ekstirpasi adalah kebijakan untuk menjaga harga cengkeh di pasar dunia dengan cara membinasakan atau menebang tanaman rempah-rempah seperti cengkeh dan pala dalam tujuan menekan kelebihan produksinya. Cara ini dilakukan dengan pemantauan atau patroli di perairan Maluku. Berkeliling rutin dengan dipersenjatai menggunakan perahu jenis kora-kora yang dimaksudkan untuk memastikan tidak adanya aktivitas penanaman serta perdagangan gelap atau penyelundupan cengkeh keluar dari maluku.
5. Korupsi merupakan salah satu dari faktor internal penyebab berakhirnya kekuasaan VOC di Indonesia. Korupsi ini terjadi di semua tingkatan, yaitu muali dari pegawai rendah sampai pejabat tinggi VOC. Korupsi dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya seperti menyunat uang kas, pungutan liar dan juga uang suap. Praktik-praktik korupsi yang sudah terjadi sejak zaman VOC ini telah mengakar menjadi budaya turunan di kalangan pejabat-pejabat tinggi di Indonesia sekarang ini.
6. Herman Willem Daendels adalah seorang gubernur jenderal yang memimpim pada saat pasca VOC, dimana mulai masuknya pengaruh perancis dan pendudukan inggris. Pada saat ini terjadi semacam kekosongan kekuasaan di Indonesia. Sementara inggris mengincar pulau jawa dari belanda yang mana pulau jawa adalah satu-satunya yang masih dalam kekuasaan koloni belanda-perancis. Dalam usahanya merebut pulau jawa ditugaskanlah H.W. Daendels sebagai gubernur jenderal (1762-1818), seorang bekas advokat, patriot, jenderal dan pengagum Napoleon Bonaparte, untuk membangun pertahanan di Indonesia dalam menghadapi kemungkinan serangan inggris. Bagi perancis penguatan pertahanan di Indonesia sangat strategis dalam rangka memudahkan perancis menyerang sasaran-sasaran inggris di india. Saat itu pada kurun waktu 1806-1811 indonesia merupakan wilayah jajahan perancis namun para pejabat yang memerintah masih didomisili oleh orang-orang belanda. Itulah mengapa saat W.H Daendels memimpin sebagai gubernur jenderal disebut sebagai “Gubernur Jenderal Belanda-Perancis”
7. Kebjakan W.H Daendels dalam menahan serbuan inggris diantaranya membangun jalan raya pos anyer sampai panarukan. Selain kebijakan pertahanan, Daendels menerapkan kebijakan lainnya diantaranya yaitu dengan membagi pulau jawa menjadi daerah karesidenan. Dalam melakukan kebijkannya ini, sangat ditentang oleh raja-raja jawa karena bertindak keras. Tindakan keras ini dilatar-belakangi oleh semangat antifeodalisme saat revolusi perancis. Di mata Daendels semua raja-raja jawa harus mengakui raja belanda sebagai junjungannya dan meminta perlindungan dengannya. Kesetaraan pemimpin dimata Daendels adalah karena pengaruh adanya revolusi perancis, hal inilah yang membuat raja-raja jawa tidak senang. Daendels juga dikenal sebagai penguasa yang otoriter. Kebijakannya menjual tanah pemerintah kepada pengusaha swasta asing dalam rangka mencari dana dan untuk mempertahankan jawa dari serangan inggris dianggap melanggar undang-undang. Pada saat kondisi politik di eropa tidak stabil tahun 1811, Daendels dipanggil kembali ke belanda karena tenaganya dibutuhkan untuk memimpin tentara perancis menyerbu russia. Alasan lain menyebutkan pemerintah belanda-perancis mendengar kabar hubungan buruk antara Daendels dengan raja-raja jawa, ini dikhawatirkan akan merugikan belanda dalam menghadapi kemungkinan serangan inggris.
8. Pada saat penerapan kebijakan pintu terbuka terjadi dampak eksploitasi baru yaitu eksploitasi manusia dan agraria. Eksploitasi manusia yang dimaksud berupa pengerahan tenaga kuli (buruh) untuk perkebunan. Sedangkan eksploitasi agraria berupa penggunaan lahan-lahan, baik lahan produktif yang sedang digarap maupun lahan kosong yang masih berupa hutan untuk dijadikan perkebunan serta pertambangan
9. Dampak positif yang lahir dari politik etis adalah dalam bidang pendidikan. Politik etis sangat berperan mengembangkan serta memperluas pendidikan dan pengajaran di Indonesia. Sekolah yang didirikan saat itu untuk kaum priyayi maupun rakyat biasa. Kian terbukanya kesempatan bagi putra-putri Indonesia untuk mengenyam pendidikan menengah maupun tinggi. Sampai saat ini dikenal tanggal 20 mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
10. Yang menarik adalah eksploitasi manusia, dimana saat itu kolonial belanda membutuhkan banyak tenaga kerja untuk perkebunannya. Tidak hanya itu, kolonial belanda pun mengirimkan koeli dari indonesia ke negara kekuasaan lainnya untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja (koeli). Salah satunya adalah Suriname, yang saat ini banyak orang-orang keturunan indonesia disana menggunakan bahasa pengantar jawa (jawaban subjektif).
Evaluasi Bab II Perlawanan Terhadap Kolonialisme Sebelum Lahirnya Kesadaran Nasional
I. Pilihan Ganda
1. Jawaban B
2. Jawaban C
3. Jawaban B
4. Jawaban A
5. Jawaban B
6. Jawaban A
7. Jawaban E
8. Jawaban D
9. Jawaban B
10. Jawaban A
11. Jawaban D
12. Jawaban B
13. Jawaban C
14. Jawaban B
15. Jawaban B
16. Jawaban D
17. Jawaban tidak valid
18. Jawaban D
19. Jawaban C
20. Jawaban A
21. Jawaban B
22. Jawaban A
23. Jawaban B
24. Jawaban B
25. Jawaban C
26. Jawaban A
27. Jawaban D
28. Jawaban C
29. Jawaban A
30. Jawaban D
31. Jawaban D
32. Jawaban C
33. Jawaban A
34. Jawaban C
35. Jawaban B
36. Jawaban E
37. Jawaban A
38. Jawaban A
39. Jawaban A
40. Jawaban B
II. Sebab-akibat
1. Jawaban A
2. Jawaban E
3. Jawaban B
4. Jawaban E
5. Jawaban A
6. Jawaban E
7. Jawaban B
8. Jawaban A
9. Jawaban A
10. Jawaban A
III. Esai
1. Dua alasan kebijakan monopoli perdagangan oleh portugis ditentang oleh kesultanan-kesultanan di Nusantara adalah :
• Rakyat maluku yang menggantungkan hidupnya pada pasar rempah-rempah sangat dirugikan
• Penerapan kebijakan monopoli perdagangan disertai sikap arogansi dan kesewenang-wenangan.
2. Karakteristik perlawanan terhadap penjajah sebelum lahirnya kesadaran nasional adalah:
• Bersifat lokal
• Bergantung pada seorang pemimpin kharismatik
• Perlawanan mengandalkan kekuatan bersenjata
• Mudah dipecah belah
3. Latar belakang Perang Aceh:
Berdasarkan Traktat London 1824 yang ditandatangani antara belanda dan Inggris dinyatakan bahwa belanda diberi wewenang menjaga ketentraman di perairan dalam lingkungan kerajaan Aceh. Namun, Belanda ingin menguasai Aceh. Menguasai Aceh berarti menguasai perdagangan Asia tenggara. Hal ini yang mendorong belanda melanggar Traktat London. Ulah belanda ini yang menyebabkan terjadinya Perang Aceh.
Sebab-sebab terjadinya perang aceh adalah:
• Sebab Umum
Belanda ingin menguasai Aceh
Letak Aceh sangat strategis yaitu di Selat malaka yang merupakan jalur pelayaran Internasional
Pelayaran belanda di Selat Malaka sering diganggu oleh pelaut Aceh
Belanda yang mencurigai Aceh yang menjalin hubungan diplomatik dengan turki, Amerika Serikat, Italia dan Singapura.
• Sebab Khusus
Pada tanggal 22 maret 1873, Belanda menuntut agar Aceh mengakui kedaulatan pemerintah kolonial belanda. Namun tuntutan itu ditolak aceh. Kemudian 4 hari setelah penolakan itu pemerintah kolonial mengumumkan perang kepada Aceh. Peristiwa itu menandai mulainya perang aceh.
4. Pengaruh ekonomi yang membekas sampai sekarang terutama sejak diberlakukannya sistem tanam paksa dan sistem ekonomi liberal adalah:
• Petani pribumi mulai mengenal jenis-jenis tanaman-tanaman komoditi lain seperti kopi dan teh
• Petani mulai mengenal sistem upah, yang sebelumnya tidak dikenal (masyarakat lebih mengutamakan sistem gotong royong)
5. Mentalitas Inlander atau mentalitas pribumi, adalah perendahan yang dilakukan saat kolonialisasi Belanda. Menurutnya, warga pribumi tidak lebih baik dari orang Eropa itu sendiri, baik dari sisi sosial budaya dan pola pikir. Ini berdampak negatif dikarenakan warga pribumi hanya dijadikan budak tidak diperlakukan dengan baik bahkan tidak perlu diberi pendidikan. Buruknya adalah sampai sekarang ini mentalitas itu masih terasa di kalangan para pemimpin negri kita. Terbukti dari kebijakan pemerintah yang tidak merata. Ambil contoh pembangunan dalam segi pendidikan, warga kota dengan dengan warga desa pedalaman mendapatkan pendidikan yang berbeda. Masih banyak orang-orang pribumi pedalaman sana yang masih sangat minim akan melek huruf pendidikan.
Evaluasi Bab III Organisasi Pergerakan Nasional: Sarana Perjuangan Melawan kolonialisme di Indonesia
I. Pilhan Ganda
1. Jawaban E
2. Jawaban B
3. Jawaban B
4. Jawaban tidak valid. (1) (5) (6)
5. Jawaban B
6. Jawaban A
7. Jawaban C
8. Jawaban C
9. Jawaban E
10. Jawaban D
11. Jawaban E
12. Jawaban B
13. Jawaban D
14. Jawaban C
15. Jawaban D
16. Jawaban B
17. Jawaban C
18. Jawaban C
19. Jawaban A
20. Jawaban B
21. Jawaban D
22. Jawaban D
23. Jawaban E
24. Jawaban A
25. Jawaban C
26. Jawaban E
27. Jawaban E
28. Jawaban D
29. Jawaban A
30. Jawaban B
II. Sebab-akibat
1. Jawaban A
2. Jawaban C
3. Jawaban B
4. Jawaban D
5. Jawaban A
6. Jawaban D
7. Jawaban B
8. Jawaban D
9. Jawaban A
10. Jawaban A
III. Esai
1. Perjuangan sebelum tahun 1908 :
• Dipimpin raja atau bangsawan dan tokoh agama
• Bersifat kedaerahan
• Bersifat fisik atau perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata
• Terfokus pada pemimpin kharismatik
• Bersifat reaktif dan spontan
Perjuangan setelah tahun 1908 :
• Dipimpin dan digerakan oleh kaum terpelajar
• Bersifat nasional dan telah ada kerja sama antardaerah
• Diplomasi dengan menggunakan cara-cara modern seperti media, perundingan, lobi, mogok, dan sebagainya
• Memiliki organisasi yang memungkinkan adanya kaderisasi
• Memiliki visi yang jelas, yaitu Indonesia yang merdeka
2. Perkembangan nasionalisme di Indonesia mencapai titik kemajuan sejak berdirinya organisasi Budi Utomo tahun 1908. Pada awalnya perkembangan nasionalisme diwarnai dengan perjuangan untuk memperbaiki kondisi sosial budaya akibat buruknya sistem kolonialisasi Belanda. Sifat gerakannya moderat dan kooperatif dengan pemerintah kolonial belanda. Beberapa organisasi dan gerakan yang muncul pada periode perjuangan untuk memperbaiki kondisi sosial budaya adalah Budi Utomo, Sarekst Islam, dan Muhammadiyah. Organisai pada periode ini didominasi oleh kaum muda terpelajar, ini diawali dengan munculnya Budi Utomo yang mana terbentuk dari pelajar-pelajar STOVIA pada tahun 1907. Organisasi pada periode ini bergerak di bidang pendidikan, perdagangan, dan juga agama (muhammadiyah). Pada dasarnya organisasi pada periode mengusung tujuan yang sama yaitu menumbuhkan semangat nasionalisme untuk berjuang meraih kemerdekaan. Karena dibutuhkan kekuatan dukungan pemerintah dalam meraih cita-cita kemerdekaan maka periode beralih menjadi periode politik. Organisasi yang muncul pada periode ini adalah Indische Partij, Gerakan Pemuda, dan Gerakan Perempuan. Pada periode ini secara terang-terangan mengkritik pemerintah belanda dan menuntut kemerdekaan Indonesia. Dibutuhkan hubungan dengan kolonial agar semakin dekat terealisasinya kemerdekaan, namun hal ini tak kunjung menuai hasil. Kemudain mulailah periode radikal, adalah masa dimana organisasi-organisasi pergerakan menolak bekerja sama atau bersikap nonkooperatif dengan pemerintah kolonial belanda dan secara tegas menuntut kemerdekaan. Organisasi yang bergerak nonkooperatif diantaranya adalah Perhimpunan Indonesia (PI), PKI, dan PNI. Secara umum para tokoh pada periode ini berpandangan bahwa upaya meraih kemerdekaan tidak dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan Belanda, tetapi harus menggunakan kemampuan dan kekuatan sendiri. Setelah kemerdekaan tidak didapatkan pada peiode ini, maka gerakan nasionalisme di Indonesia berupaya lebih moderat dan menahan diri. Sampai akhirnya Indonesia merdeka dengan kemampuannya sendiri. organisasi pergerakan pada periode bertahan membawa pengaruh sampai saat ini diantara pendidikan dan sistem politik. Taman Siswa, Parindra, GAPI.
3. Volksraad merupakan dewan perwakilan rakyat untuk pemerintah kolonial Belanda. Yang mana berfungsi sebagai menampung aspirasi-aspirasi rakyat. Meski terbatas namun volksraad adalah tempat teraman dalam menyampaikan aspirasi rakyat kepada Belanda. Usulan kemerdekaan melalui volksraad sendiri tidak terwujud dengan berbagai alasan salah satunya adalah Ratu Wilhelmina yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia belum matang untuk dapat memikul tanggung jawab pemerintahan sendiri. tuntutan dari beberapa organisasi pun tetap tidak dapat diterima oleh kolonial Belanda, salah satunya adalah dari GAPI. Cita-cita meraih kemerdekaan melalui volksraad pun sirna, karena belanda ingin tetap menguasai Indonesia. Perjuangan kemerdekaan Indonesia didapatkan melalui usaha dan kekuatan sendiri. (jawabn subjektif)
4. Cara perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan pada masa periode pergerakan nasional adalah dengan organisasi-organisasi dibidang pendidikan yang bersifat kooperatif. Cara ini mungkin dilakukan karena kurang memadainya persiapan jika terus menerus merebut kemerdekaan dengan cara perjuangan senjata. Melalui organisasi yang bersifat pendidikan dapat memunculkan semangat budaya nasionalisme. Kaum aktivis pergerakan nasional dapat melanjutkan melalui dewan rakyat atau volksraad. Selagi melanjutkan perjuangannya didalam organisasi, aksi para pejuang dapat dilakukan diluar dalam berbagai bidang antara lain meningkatkan kesejahteraan rakyat, seperti mendirikan rukun tani, rukun pelayaran, mengusahakan bank, dan koperasi dsb. (jawaban subjektif)
5. Organisasi pada masa periode bertahan, yaitu Taman Siswa. Didirikan oleh Ki Hajar Dewantara yang bergerak dibidang pendidikan yang memberikan sarana efektif untuk mewujudkan transformasi sosial dan dapat menjadi resep unggulan untuk memajukan bangsa. Konsep pengajaran yang terus digunakan sampai saat ini adalah Ing Ngarsa Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani. 3 aspek inilah yang diterapkan di dunia pendidikan sebagaimana untuk terus menumbuhkan semangat nasionalisme bangsa secara cerdas. (jawaban subjektif)
Evaluasi Bab IV Pendudukan Jepang di Indonesia
I. Pilihan Ganda
1. Jawaban B
2. Jawaban C
3. Jawaban C
4. Jawaban E
5. Jawaban A
6. Jawaban E
7. Jawaban D
8. Jawaban A
9. Jawaban D
10. Jawaban C
11. Jawaban B
12. Jawaban A
13. Jawaban C
14. Jawaban D
15. Jawaban C
16. Jawaban A
17. Jawaban C
18. Jawaban B
19. Jawaban E
20. Jawaban A C
21. Jawaban E
22. Jawaban B
23. Jawaban C
24. Jawaban A
25. Jawaban C
26. Jawaban A
27. Jawaban B
28. Jawaban A
29. Jawaban D
30. Jawaban E
31. Jawaban C
32. Jawaban A
33. Jawaban A
34. Jawaban E
35. Jawaban A
36. Jawaban E
37. Jawaban B
38. Jawaban A
39. Jawaban A
40. Jawaban A
II. Sebab-akibat
1. Jawaban D
2. Jawaban C
3. Jawaban A
4. Jawaban C
5. Jawaban D
6. Jawaban E
7. Jawaban D
8. Jawaban E
9. Jawaban A
10. Jawaban B
III. Esai
1. Jepang menikmati pertumbuhan ekonomi hebat berkat industrialisasi. Dan untuk menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan dibutuhkan tiga hal penting : (1) pasokan bahan mentah yang stabil, (2) jalur pelayaran yang aman, (3) pasar bagi hasil-hasil industrinya. Pada saat yang sama rasa percaya diri akan kekuatan militer jepang yang didukung oleh kemajuan ekonomi, membangkitkan rasa bangga yang tinggi dari warga jepang terhadap kemajuan dari pencapaian negaranya. Orang bangga menjadi warga jepang serta berjuang keras memepertahankan dan meningkatkan perekonomian mereka. Nasionalisme ini kemudian berkembang menjadi nasionalisme radikal., dalam bentuk adanya keinginan sebagian warga agar jepang menjadi negara imperialis. Penguasaan jepang terhadap negara lainnya dianggap semakin menunjukkan kejayaan bangsa jepang setara dengan bangsa-bangsa lain di Barat. Faktor eonomi (Gold), dan faktor kejayaan (Glory) inilah yang mendorong jepang menduduki berbagai negara asia termasuk Indonesia. Tidak heran jika suatau negara berhasil meningkatkan kesejahteraan dalam bidang ekonomi dan kejayaan yang didukung dari segi militer akan terus mencari dan mempertahankan kejayaan tersebut, inilah yang biasanya membuat suatu negara menjadi negara yang imperialis.
2. Tujuan Jepang menduduki Indonesia adalah untuk menguasai sumber minyak bumi, sebab industri Jepang sangat bergantung terhadap bahan dasar ini. Selain di Indonesia Jepang juga menduduki negara-negara asia pasifik lainnya yang sebelumnya diduduki oleh AS Belanda Inggris.
3. Jika saja Jepang tidak dalam kondisi terdesak karena adanya serangan sekutu, maka jepang tidak akan merealisasikan janji kemerdekaan terhadap Indonesia. Ini dikarenakan imperialisme jepang dalam mengusai industri dan ekonomi. Karena Indonesia merupakan negara kaya akan minyak bumi. Namu, bagi bangsa Indonesia bukanlah janji yang akan memerdekakan, tetapi semangat perjuangan yang terus ada. Ini dibuktikan dengan merdeka pada tanggal 17 agustus 1945, lebih cepat dari yang dijanjikan Jepang yaitu pada tanggal 24 agustus 1945. Fakta tersebut membuktikan bahwa Indonesia merdeka karena perjuangannya sendiri.
4. Berubahnya rumusan piagam jakarta membuktikan bahwa para pemimpin dan tokoh bangsa sangat menjunjung tinggi perbedaan dalam hal agama. Ini dibuktikan dengan unsur sila pertama dalam pancasila, yaitu ketuhanan yang maha esa. Sifat toleran seperti ini masih relevan sampai saat ini di Indonesia, namun pada kenyataannya terkadang muncul konflik yang mengatasnamakan suatu agama tertentu. Justru hal seperti ini muncul dari dalam intern komunitas suatu agama tertentu. Jika saja setiap individu beragama mengerti akan unsur pancaslia ketuhanan yang maha esa, maka bukan tidak mungkin sikap para tokoh bangsa dapat terus terjaga relevansinya sampai saat yang akan datang.
5. Yang menarik adalah dampak positif yang didapatkan dari masa kependudukan Jepang di Indonesia. Salah satunya adalah di bidang sosila-budaya dan juga di bidang militer. Kita mengenal sistem pemerintahan sederhana (RT) dan juga kekuatan militer dari adanya pendudukan Jepang saat itu. (jawaban subjektif).
Evaluasi Bab V Proklamasi Kemerdekaan dan Terbentuknya Pemerintahan Indonesia
I. Pilihan Ganda
1. Jawaban A
2. Jawaban A
3. Jawaban E
4. Jawaban E
5. Jawaban B
6. Jawaban E
7. Jawaban C
8. Jawaban B
9. Jawaban D
10. Jawaban C
11. Jawaban C
12. Jawaban B
13. Jawaban D
14. Jawaban C
15. Jawaban A
16. Jawaban D
17. Jawaban B
18. Jawaban A
19. Jawaban E
20. Jawaban A
21. Jawaban D
22. Jawaban E
23. Jawaban B
24. Jawaban tidak valid
25. Jawaban C
26. Jawaban D
27. Jawaban A
28. Jawaban B
29. Jawaban C
30. Jawaban B
II. Sebab-akibat
1. Jawaban D
2. Jawaban A
3. Jawaban D
4. Jawaban A
5. Jawaban C
6. Jawaban E
7. Jawaban E
8. Jawaban A
9. Jawaban A
10. Jawaban C
III. Esai
1. Pokok utama perbedaan yag terjadi saat setelah jepang menyerah terhadap sekutu adalah bagaimana proklamasi itu dapat terlaksana. Perbedaab terjadi antara golongan tua dengan golongan muda. Golonga tua yang diwakili soekarno lebih bersifat kooperatif sedangkan golongan muda yang diwakili oleh sutan sjahri lebih bersifat nonkooperatif. Seokarno berpendapat bahwa kemerdekaan dilaksanakan sesuai rencana PPKI (bentukan jepang) sedangkan golongan muda ingin segera mengumandangkan kemerdekaan yang artinya proklamasi kemerdekaan harus sesuai dengan keinginan rakyat Indonesia sendiri., bukan atas usul ataupun persetujuan Jepang. Terjadi ide rencana dari golongan muda untuk menculik seokarno-hatta guna mempercepat kemerdekaan Indonesia. Perbedaan pendapat ini akhirnya menemui titik cerah sebagaimana terpenuhinya kesamaan antara wikana yang mewakili golongan muda dan ahmad soebardjo yang mewakili golongan tua. Disepakati bahwa kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan paling lambat pada tanggal 17 agustus 1945.
2. Makna proklamasi bagi rakyat Indonesia adalah :
• Merupakan titik puncak perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan
• Indonesia terlepas dari belenggu penjajahan
• Negara Republik Indonesia lahir
3. Berubahnya rumusan piagam jakarta membuktikan bahwa para pemimpin dan tokoh bangsa sangat menjunjung tinggi perbedaan dalam hal agama. Ini dibuktikan dengan unsur sila pertama dalam pancasila, yaitu ketuhanan yang maha esa. Sifat toleran seperti ini masih relevan sampai saat ini di Indonesia, namun pada kenyataannya terkadang muncul konflik yang mengatasnamakan suatu agama tertentu. Justru hal seperti ini muncul dari dalam intern komunitas suatu agama tertentu. Jika saja setiap individu beragama mengerti akan unsur pancaslia ketuhanan yang maha esa, maka bukan tidak mungkin sikap para tokoh bangsa dapat terus terjaga relevansinya sampai saat yang akan datang.
4. Rapat di lapangan IKADA merupakan bentuk protes perlawanan terhadap rencana jepang menyerahkan kekuasaan kepada sekutu pada tanggal 10 sepetember 1945. Disisi lain para tokoh pergerakan mendengar kabar bahwa belanda ingin kembali berkuasa di Indonesia. Tujuan diadakannya rapat di lapangan IKADA adalah sebagai berikut :
• Para pemimpin republik indonesia dapat berbicara di hadapan rakyat sehingga semangat kemerdekaan tetap bertahan di hati rakyat
• Menunjukan kepada dunia bahwa bangsa indonesia dapat meraih kemerdekaan karen perjuangannya sendiri, bukan atas pemeberian jepang.
Makna diadakannya rapat di lapangan IKADA adalah :
• Berhasil mempertemukan pemerintah republik indonesia dengan rakyatnya
• Merupakan perwujudan kewibawaan pemerintah republik indonesia dihadapan rakyat
• Berhasil menggugah kepercayaan rakyat akan kekuata bangsa indonesia
5. Yang menarik adalah saat dimana peristiwa rengasdengklok terjadi. Ini dikarenakan adanya perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan muda. Keberanian semangat jiwa muda pada golongan muda membuktikan bahwa sesungguhnya kemerdeakaan indonesia dapat diaraih dengan perjuangannya sendiri tanpa harus menunggu pemberian dari jepang. Dan akhirnya kemerdekaan dapat di proklamirkan pada tanggal 17 agustus 1945. (jawaban subjektif)
Evaluasi Bab VI Kedatangan Sekutu serta Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
I. Pilihan Ganda
1. Jawaban E
2. Jawaban D
3. Jawaban A
4. Jawaban A
5. Jawaban B
6. Jawaban E
7. Jawaban D
8. Jawaban B
9. Jawaban B
10. Jawaban B
11. Jawaban D
12. Jawaban C
13. Jawaban A
14. Jawaban C
15. Jawaban C
16. Jawaban A
17. Jawaban B
18. Jawaban B
19. Jawaban A
20. Jawaban B
21. Jawaban A
22. Jawaban C
23. Jawaban E
24. Jawaban C
25. Jawaban D
26. Jawaban tidak valid
27. Jawaban C
28. Jawaban E
29. Jawaban E
30. Jawaban B
II. Sebab-akibat
1. Jawaban C
2. Jawaban E
3. Jawaban E
4. Jawaban A
5. Jawaban A
6. Jawaban A
7. Jawaban D
8. Jawaban B
9. Jawaban C
10. Jawaban C
III. Esai
1. Pada saat perjanjian Linggarjati ditandatangani pada tanggal 25 maret 1947, memiliki dampak postif juga dampak negatif. Sisi positifnya adalah perjanjian ini mengakui secara de facto wilayah indonesia yang meliputi Simatera, Jawa, dan Madura. Namun pengakuan secara de facto ini terdapat kelemahan yaitu tidak sesuai dengan luas wilayah Hindia-Belanda, yang seharusnya meliputi wilayah dari sabang sampai merauke. Secara internal sisi negatif ini melahirkak kekecewaan dan resisitensi sebagai rakyat terhadap kabinet Sutan Sjahrir III. Beberapa partai menganggap ini adalah bukti lemahnya pemerintahan Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya. Dalam perkembangan selanjutnya terbentuk pemerintahan baru yaitu kabinet Sjarifudin I, menggantikan Sutan Sjahrir dari kursi kabinet.
2. Dengan dibentuknya RIS, hasil dari perjanjian Renville, belanda bebas membentuk negara-negara feodal di daerah yang didudukinya melalui jajak pendapat. Terbentuklah garis van mook, ini adalah wilayah belanda yang mana artinya pemerintah indonesia bersedia menarik pasukannya serta mengosongkan daerah tersebut. Ini merupakan batu loncatan bagi belanda untuk membentuk NIT ( negara indonesia timur). Dalam perkembangan secara terus menerus membentuk negri boneka. Khawatir indonesia akan dikuasai penuh oleh belanda, maka para tokoh bangsa menyalahi aturan gencatan senjata dalam rangka mengimbangi kekuatan belanda dengan strategi penjemuan “emarttung strategie”. Situasi ini terjadi pada 19 desember 1948 yang mana akhirnya disebut dengan nama agresi militer belanda II.
3. Isi perjanjian renville :
• Pihak indonesia menyetujui dibentuknya negara indonesia serikat pada masa peralihan sampai pengakuan kedaulatan
• Belanda bebas membentuk negara-negara feodal di daerah yang didudukinya dengan jajak pendapat (plebisit) terlebih dahulu
• Pemerintah indonesia bersedia menarik pasukannya serta mengosongkan daerah-daerah di belakang garis van mook untuk kemudian masuk ke wilayah indonesia.
Perjanjian ini mengundang reaksi keras baik dari rakyat indonesia, politikus, maupun TNI. Pasalnya dengan perjanjian ini, wilayah indonesia menjadi semakin sempit hanya pulau besar sumatera, kalimantan, dan jawa. Sisanya wilayah indonesia timur masuk kedalam garis van mook.
4. Situasi yang semakin buruk mendorong berlanjutnya berbagai upaya diplomasi. Dewan keamanan PBB, UNCI melakukan pertemuan dengan para pemimpin indonesia di bangka. UNCI akhirnya berhasil menarik kembali belanda dan indonesia ke meja perundingan. Hasilnya pemerintah indonesia bersedia untuk terut serta dalam konferensi meja bundar dengan belanda di den haag. Dalam perundingan ini indonesia diwakili oleh Mohammad Roem dan di pihak belanda diwakili Frederick van Royen. Inilah yang kemudian disebut sebagai persetujuan Roem-Royen.
5. Indonesia bersedia mengahadiri konferensi meja bundar di den haag belanda. Ini merupakan lanjutan diplomasi dari perebutan kekuasaan pemerintahan di indonesia. Konferensi ini terjadi untuk membahas malasah persoalan kerja sama Uni indonesia dan belanda. Dan juga terkait dengan masalah hutang pada masa kolonial belanda. Setelah perundingan berjalan berlarut-larut, tercapailah persetujuan yaitu sebagai berikut :
• Diputuskan pula beberapa persetujuan brkaitan dengan maslah ekonomi sosial dan budaya
• Penyelesaian irian barat akan ditunda selama satu tahun
• Pembentuka APRIS dengan TNI sebagai inti
• Kerajaan belanda akan membentuk Uni Indonesi-Belanda
• Indonesia akan membayarkan utang belanda sejak tahun 1942.
Subscribe to:
Posts (Atom)